Antara News Agency,
Kamis, June 4, 2009 03:24 WIB | Peristiwa | Policy / Hankam |
Colchester, Essex (ANTARA News) - Asia Perlindungan HAM termasuk di Indonesia menjadi pembahasan dalam Konferensi HAM "Strengthening human rights protection in the Asia region: Optimism or pessimism," yang digelar Human Rights Center, Fakultas Hukum Universitas Essex, Colchester di, Inggris.
Konperensi dihadiri Berbagai kalangan civitas akademika universitas Essex, dibuka Professor John Packer, Direktur Human Rights Center mewakili Universitas Essex.
Digelar Rabu siang Konferensi yang merupakan gagasan Belajar Mahasiswa Indonesia yang di tengah Essex University Isa Soemawidjaja bersama rekannya Haris Azar dari contras.
Dalam sambutannya mengatakan Professor Packer Asia BENUA merupakan yang sangat untuk majemuk menar dikaji karena hingga saat ini Belum ada di Asia regional mekanisme HAM. Hal tersebut merupakan salah satu Alasan konferensi diselenggarakan, ujarnya.
Dikatakanya konferensi yang pertama kali di Universitas diadakan Essex Semakin meningkatnya perhatian dengan dunia atas upaya pemajuan dan HAM perlindungan di Negara-negara Asia.
Konferensi yang dalam tiga dibagi topik utama yaitu Mengenai Asian Values, Pandangan Negara-negara Asia terhadap HAM HAM perlindungan upaya dan studi kasus di negara-negara Asia.
Topics Mengenai Asian Values disampaikan Professor Michael Freeman Pakar policy dari universitas dengan Essex penanggap Dr. Usha Ramanathan Visiting Fellow Essex dari Universitas India dengan moderator Haris Azar dari contras.
Menurut Professor Freeman, tidak ada yang di Bidang Namanya Asian Values HAM, HAM memandang Oleh yang ada cara tertentu Negara ujanya menambahkan hal itu tidak dapat sebagai Nilai dikatakan Asia Asia karena begitu majemuk.
Topics pandangan tampil Mengenai Negara Asia terhadap HAM Professor Kevin Boyle, Pakar dan HAM dari Fakultas Hukum Universitas Essex Benny YP Siahaan, Sekretaris Pertama Perutusan Tetap RI Jenewa di Universitas yang diundang Essex kapasitas dalam Pribadi.
Professor Boyle menyampaikan Makalah? The Prospect of Regional Protection Mechanism: ASEAN and Human Rights? pesimis Mengenai Asean prospective Human Rights Body (AHRB) diharapkan yang akan dapat diselesaikan dalam tahun 2009th
Peran Asia di Dewan HAM PBB
Benny Siahaan Sementara itu, Sekretaris Pertama di Perutusan Tetap RI Jenewa membahas "The Role of Asian countries at an international level: A case study in the Human Rights Council."
Dalam makalahnya, Benny Siahaan ditempatkan yang sebelum di Jenewa, merupakan Kepala seksi pemajuan Hak-hak Sipil dan Policy Directorate HAM dan Kemanusiaan Deplu, memaparkan Mengenai Peran di Dewan Negara HAM Asia terutama anggota Dewan HAM.
Benny isu yang ditugaskan menangani Berbagai Jenewa HAM termasuk di Dewan HAM Sejak tahun 2006, mengatakan Peran Negara-negara di Asia Dewan HAM bervariasi mengingat majemuknya komposisi-negara anggota Dewan Negara HAM dari Asia.
Namun demikian, secara Peran Negara-negara di Asia dan Dewan HAM umumnya konstruktif kooperatif mendukung mandat dalam Dewan HAM sesuai resolusi 60/251 Mengenai pembentukan Dewan HAM, Uyar.
Berbeda dengan Professor Boyle, Benny Siahaan optimistic Peran Negara-negara di Asia dengan Bidang HAM termasuk prospective pembentukan mekanisme regionally HAM di Asia.
Benny lulusan pasca sarjana Tsukuba dalam Bidang Hubungan Internasional Universitas dan studi Asia, mencontohkan rencana pembentukan AHRB terlepas Mengenai Peran dari kontroversi AHRB TOR-nya yang Sedang dinegosiasikan saat ini.
Dikatakannya hal tersebut merupakan sebuah Kemajuan Luar Biasa dan sesuatu yang tak akan terjadi di terbayangkan ASEAN pada tahun 1980 atau 1990-to Awal.
Sementara di studi kasus Mengenai HAM perlindungan Asia, Konferensi mengambil beberapa studi kasus di Indonesia yaitu penganganan pengungsi yang disampaikan Isa Soemawidjaja (Mahasiswa Universitas pasca sarjana Essex) justiciability Kesehatan di atas hak dari China, NGO Mengenai Peran di Myanmar dan kasus di perbudakan kontemporer Nepal.
Dalam komentar penutup, sejalan dengan kesimpulan Benny Siahaan, professor Packer menyampaikan optimismenya terhadap mekanisme Regional Asia, terutama AHRB.
Dikatakannya pada saat mekanisme Regional HAM dibentuk Eropa pada tahun 1950, situasinya hampir sama dengan yang dihadapi ASEAN saat ini. (*)
COPYRIGHT © 2009
(Source: http://www.antaranews.com/view/?i=1244060682&c=NAS&s=POL)
No comments:
Post a Comment