Pernah menonton
film jadul mengenai Amityville yang
becerita rumah angker akhir tahun 70-an dimana satu keluarga melarikan diri
dengan baju yang ada di badan karena tidak tahan atas gangguan mahluk halus di rumah itu?
Cerita seram mengenai
rumah tersebut sempat menggemparkan AS dan dijadikan buku dan film dengan judul
“Amityville Horror” yang meledak sukses.
Ya, kesitulah
kami pada akhir bulan September 2014 sekeluarga didasari sekedar rasa penasaran mencari tahu di mana sih tempat yang begitu terkenal sewaktu saya kecil.
Ametyville
adalah sebuah desa di Negara Bagian New York yang ditempuh sekitar satu setengah
jam dari Manhattan. Kami mengendarai mobil ke desa tersebut. Pemandangan jalan
menuju desa ini sangat indah. Begitulah, jika kita keluar dari kota New York, maka kita seperti berada di
dunia lain dibanding kota New York yang bising, semrawut dan berisi belantara
gedung beton.
Amityville
adalah desa yang indah dan tenang yang dihuni kelas menengah. Karena dekat
pantai, di belakang rumah di desa ini memiliki parkir kapal (boat house). Mungkin padanannya di
Jakarta adalah rumah-rumah di Pantai Indah Mutiara.
Ternyata meski
sudah jelas di internet, ternyata tidak mudah mencari rumah yang dicari. Tidak
saja bangunan yang hampir sama, nomor rumah angker di 112 Ocean Avenue nampaknya sudah berubah. Karena merasa tersasar, akhirnya
kita memutuskan bertanya pada pemancing di tepi dermaga untuk menunjukkan
dimana rumah yang kami maksud. Sambil
tersenyum dia menjawab bahwa kita sudah kelewatan beberapa ratus meter.
Ternyata
sesampai di depan rumah dimaksud, ternyata bukan kita saja yang datang, tetapi
juga 3 orang pengunjung lain. Kita hanya
melihat lihat dari luar pagar rumah,
sebagian menunggu dari mobil karena hujan rintik-rintik. Tetapi pengunjung lain
tersebut mencoba masuk ke pekarangan yang
memang tidak diberi pagar, namun diberi tanda “No Tresspassing/Dilarang Masuk” yang membuat pemilik rumah dengan muka masam.
Yang membuat
kami tertawa adalah, ketika pemilik rumah muncul mendekati mereka, pemilik
rumah ditanya oleh salah seorang pengunjung “Are you real?’, yang membuat pemilik rumah semakin geram dan mengancam
akan menelpon polisi. Nampaknya keangkeran rumah begitu merasuk bagi mereka
sehingga pemilik rumah sampai ditanya apa kamu orang sungguhan.
Rumah Ametiville Horor jauh dari kesan angker.
Rumah tersebut sekarang sudah bercat putih dengan arsitektur gaya kolonial Belanda yang
indah. Lho kok arsitektur Belanda bukannya AS jajahan Inggris? Iya, jangan lupa New York itu dulu adalah jajahan Belanda sebelum ditukar dengan pulau Banda. Dan namanya sebelum New York adalah Nieuw Amsterdam.
Tanpa disadari, gerimis makin besar maka kami segera memutuskan untuk
kembali ke kota New York sore itu.
Selamat tinggal rumah Amityville-- yang
tidak angker lagi.
No comments:
Post a Comment